curhatibu.com

Jalan Seorang Penghafal Al Quran


Jalan Seorang Penghafal Al Quran
-Ketikan Ulang Sebuah Risalah dari akun @motivasi_hafal_quran

Ketika engkau memilih jalan sebagai seorang penghafal Al Quran, 
Maka sungguh engkau telah mengambil suatu amanah yang amat berat
Amanah yang akan engkau pertanggungjawabkan dunia dan akhirat
Amanah yang mengharuskanmu mengurangi waktu selain Al Quran
Amanah yang selalu menuntutmu untuk selalu memantaskan diri
Amanah yang membuatmu tak sama seperti temanmu yang lain; 
yang bebas melakukan apa saja, berteman dengan siapa saja, dan pergi ke mana saja
Amanah yang akan membuatmu sering menangis ketka hafalanmu buruk
Amanah yang akan selalu mempertanyakan komitmenmu terhadapnya
Amanah yang akan selalu membuatmu merasa bersalah ketika melalukan satu dosa saja
Amanah yang akan mengurangi waktu istirahatmu
Amanah yang akan menuntutmu selalu berinteraksi dengan Al Quran

Begitu beratnya amanah ini sehingga dari sekian banyak hamba Allah di muka bumi , 
Allah percayakan amanah ini pada pundakmu. 
Gunung saja tidak sanggup memegang amanah ini, namun Allah memilihmu. 
Karena Allah tau bahwa kamu bisa menjaga amanah ini, amanah yang insyaallah akan mengantarkanmu ke surga melalui jalur VIP. 
Amanah yang akan membuatmu bisa membalas jasa kedua orangtuamu di akhirat kelak. 
Amanah yang akan mengangakat derajatmu di dunia dan akhirat. 
Amanah yang akan menjadikanmu salah satu keluarga Allah di muka bumi. 
Amanah ini akan membawamu kepada dunia yang tidak dirasakan oleh mereka yang tak mau mencoba mengambil amanah ini. 

Kapan amanah ini selesai? 
Amanah ini selesai setelah kita dan keluarga kita masuk ke dalam surga-Nya Allah.

Jangan pernah menyerah, jangan pernah lelah...
Karena untuk memetik mawar kadang kita harus terluka dan sakit, apalagi untuk mendapatkan kbahagiaan surga, pasti butuh perjuangan yang tak mudah. 

Masa lalumu adalah hari kemarin, hari ini adalah usahamu, hari esok mungkin engkau sudah tiada. Di masa lalu engkau tak kenal Al Quran, namun hari ini engkau mulai mencintainya, dan hari esok ia akan memberikan manfaat bagimu

--------------------------------

Meski nampaknya, lisan ini makin berat dan makin tak pantas melafaskan ayat ayat itu karena makin pekatnya dosa diri; tapi, saya tidak akan berhenti... Semangat, Ibu!

Post a Comment

Terimakasih udah mampir di blog ini, happy reading :)