curhatibu.com

MANAJEMEN DINAMISASI MENTORING + PSIKOLOGI REMAJA


Training Mentor @DPC Pondok Aren
13 November 2011
MANAJEMEN DINAMISASI MENTORING + PSIKOLOGI REMAJA
Diambil dari:Profil SMP Islam Plus Baitul Maal

“waktu aku masih muda dulu, aku berkhayal untuk mengubah dunia. Namun, seiring dengan bertumbuh usiaku, dunia tak bisa ku ubah. Maka ku persempitnya menjadi hanya mengubah negeriku. Ternyata itu tak kunjung berubah, usiakupun sudah semakin senja, maka ku batasi untuk merubah keluargaku. Tapi aku semakin terkejut karena keluargaku pun tak bisa ku ubah. Sepertinya aku terlalu asyik dengan duniaku sendiri. Kini, smentara aku terbaring lemah tak berdaya, aku baru sadar, andai yang pertama aku ubah adalah diriku sendiri, maka dengan panutan, keluargakupun pastilah akan berubah. Dan berkat kerja keras lingkungan yang baik dan kaji mengkaji, mungkin aku bisa mengubah negeriku, dan aku bisa jadi mengubah dunia!”

Mentoring itu jangka waktunya lama, maka santai saja lah…^^
Mentoring hadir memberi solusi atas segala tantangan remaja

Masa remaja yang identik dengan pelajar adalah suatu masa transisi dari masa anak kanak menuju masa dewasa. Dimana remaja merasa bukan lagi anak-anak, tetapi mereka belum mamu sepenuhnya mengemban tugas sebagai orang dewasa.

Tantangan yang Dihadapi Saat ini:
1.       Hedonisme, semua diukur dari materi, contoh: merk HP, jilbab, BB, CafĂ©, dsb.
2.       Tawuran, sangat banyak terjadi fenomenanya, dilakukan oleh pelajar SMP, SMA, dsb. Tawuran juga bisa menjadi parameter dari turunnya mentoring. Sebagaimana yang terjadi pada tahun 1999 sampai 2003, tawuran sudah hilang dari peredaran. Pada saat itu, IQRA Club pusat dilaunching, dan dapat laporan dari POLDA, bahwa angka tawuran turun. Saat ini, sudah mulai marak lagi, maka para RANGER harus diperbanyak untuk diturunkan di sekolah-sekolah sebagai mentor.
3.       Free Sex. Dulu zaman Friendster, ada seorang remaja digerebek bersama ‘om-om’, atau ada yang kabur sama temen cowok fb nya.L bahkan saat ini, tidak hanya lawan jenis, tapi yang gay sudah mulai turun ke sekolah-sekolah. Saat kebaikan terus berupaya mencari pengikut, keburukan pun tak mau kalah!
4.      Narkoba – spidol, polpen, lem, obat-obatan, dsb.
5.    Kualitas moral rendah – contoh : mencontek saat ujian, bahkan pihak yang justru melarang hal ini malah membantu prose situ
6.  Kristenisasi – pendidikan S2 islamologi yang dilakukan gereja. Mereka, para misionaris, memiliki kemampuan:
a.       Membaca al qur’an
b.      Mendalami berbagai ilmu keislaman melalui thesisnya
c.       Mendalami kebudayaan islam, sehingga tau kemampuan pendekatan islami
d.      Karena punya ilmu islam, maka punya kemampuan berdialog dengan umat islam
Kristenisasi pernah terjadi di sebuah SMK, yang salah seorang siswanya ikut NII (aliran sesat), membuat sekolah membekukan rohis yang diduga aliran sesat. Rokrisnya naik daun. KRISTENISASI adalah wujud keseriusan mereka mengeluarkan aqidah anak-anak!
Pernah juga dibagikan buku, mirip buku yasin, halaman awal berisi al fatihah, al ikhlas, dsb, tetapi di dalamnya ada kaligrafi injil.
Di bekasi, ada perpustakaan keliling yang punya misi kristenisasi.
7.  Budaya Permisiv (serba boleh) – bahkan dari orangtua sendiri. Maka perlu kita secara intensif mengkomunikasikan tentang hal ini pada orang tua. “Daripada anak saya keluar sampai malam, mending cowoknya yang datang ke rumah”. Banyak anak muda boncengan malam (dini hari), tidak ada yang melarangnya. Hal ini merupakan salah satu akibat dari kesalahpengertian dari perhatian orang tua.
8.    Aliran SesatNII, Ahmadiyah, Ahmad Shoeq, shalat berbahasa Indonesia, shalat sambil jogged, dsb, perlu diwanti-wanti
9.   Kualitas pendidikan rendah – SIAMI dan ALIF yang justru diusir dari lingkungan karena melaporkan temannya yang mencontek saat ujian.

PSIKOLOGI REMAJA
1.       Ngeroup/gank/kelompok
2.       Sibuk dengan gadget-nya
3.       Merokok, padahal cewek
4.       Pacaran
5.       Senang mencoba, misal gank motor

FASE I Remaja:
“Masa remaja yang identik dengan pelajar adalah suatu masa transisi dari masa anak kanak menuju masa dewasa. Dimana remaja merasa bukan lagi anak-anak, tetapi mereka belum mamu sepenuhnya mengemban tugas sebagai orang dewasa.

Maka, pada masa ini, remaja berada di antara suasana KETERGANTUNGAN dan KETIDAKTERGANTUNGAN, sehingga tingkah lakunya cenderung LABIL dan tidak mampu menyesuaikan diri secara sempurna terhadap lingkungan.”

Masa dari SD menuju SMP, masih seneng main, ngobrol yang tiada habisnya. Kesabaran extra, santai saja, perjalanan perbaikan itu masih akan selalu ada, panjang menuju perubahan yang lebih baik.

FASE II REMAJA
MASA pencarian jati diri. Pencarian ini direfleksikan melalui aktivitas berkelompok dan menonjolkan keegoan.”

Sabar saja. Jangan buru-buru mengancamnya! Perlahan tapi pasti, pekan per pekannya pasti akan ada kebaikan-kebaikan yang pasti masuk dalam hati. Perubahan itu butuh waktu yang memang sangat lama, tapi akan menghasilkan orang-orang yang luar biasa.

“Yang dinamakan kelompok tidak hanya 5 atau 10 orang, bahkan 1 sekolah bisa. Jika kelompok sudah dibentuk, akan timbul ikatan batin untuk saling menjaga harga diri kelompoknya masing-masing. Maka jika ada yang meremehkan kelompoknya, emosional itu akan sangat tinggi”

Manfaatkan kondisi emosional (ego) dengan kelompoknya itu sebagai suatu kebanggaan atas kelompoknya tersebut. Contoh: dengan nama kelompok yang disertakan ada namanya.

FASE III Remaja
“Remaja rentan melakukan perilaku negative secara kolektif (baik SMP/SMA), patuh dengan norma kelompoknya, dan bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Pengaruh negative itu muncul akibat perngaruh pergaulan atau teman. Kesatuan dan persatuan kelompok akan memaksa seseorang melakukan penyimpangan yang dikembangkan kelompok itu.”

Mentoring adalah salah satu yang bisa merubah, JADIKAN NILAI MENTORING itu NILAI YANG MEMBANGGAKAN dirinya!

FASE IV Remaja
Badai PUBERTAS!!! Ini adalah yang akan dialami oleh anak-anak tersebut, atau bahkan kita sendiri. Apa saja:

1.      Merokok. Buatlah mereka bangga bahwa tidak merokok adalah yang membanggakan.
2.     Menjaga jarak dengan orang tua dan orang dewasa. Kita perlu mengambil hatinya, misalnya jika ada yang sedang punya masalah. Banyak anak-anak yang menjaga jarak dengan orang tuanya, kabur jika didekati orang tua, membatasi informasi dirinya dari orang tuanya. Maka salah satu kesuksesan saat kita menjadi mentor adalah mereka mau curhat pada kita.
3.      SIkap membangkang. Perlu diarahkan.
4.      Bersikap tidak sopan dan tidak wajar
5.      Tergila-gila pada TV dan Film
6.      Model pakaian yang aneh-aneh
7.      Menyukai cerita seks
8.      Angkuh dan membanggakan diri (narcis.com)
9.      Malas belajar, terlalu mementingkan penampilan atau sebaliknya tidak peduli sama sekali.
10.  Melalaikan shalat.
11.  Tuntutan materi meningkat, mau motor, modif, hp, dsb.
12.  Lari dari sekolah, atau lari dari mentoring
13.  Diliputi kegelisahan, resah, kegalauan dan kekhawatiran
14.  Salah bergaul
15.  Sensitive dan emosional

Maka, jadikan mentoring sebagai hal yang bisa mengakomodir semua ini, untuk menjadikan ini menjadi hal yang positif. Agar mereka bangga dengan mentoringnya, kelompoknya, mentornya, dsb.

MANAJEMEN MENTORING
1.       Profil nama group = filosofi nama group
2.       Profil pribadi
3.       Jarkom
4.       Struktur pengurus mentoring – harus berganti tiap tahun
5.       Jadwal mentoring, jadwal kultum, jadwal riyadhah (badminton, sepedahan, berenang, futsal, bakti sosial) – jangan lupa esensi mentoringnya, misal ada tasmi’, murajaah, kultum, dsb, jadwal home visit (dari rumah ke rumah, 1 bulan sekali, misalnya), jadwal MC, jadwal doa (untuk peserta mentoring yang hadir paling terakhir)

KEGIATAN MENTORING – buat kegiatan yang menyenangkan!
Bedah buku, rihlah, outbound, rafting, futsal, seminar, mabit, ifthar jama’I , ice cream party, focus group discussion, rujak party, cooking day, kunjungan, dsb.

TESTIMONI MENTORING
Dari akhwat – (Allah melalui) MENTORING, menjaga kami! Menjaga kami untuk tetap berada dalam koridor keislaman, dan akhlaqul karimah…
Dari Ikhwan – Mentoring itu menyaring sari kebaikan dalam diri kami!
-belajar banyak dari sahabatku itu…J-

YANG PERLU DIJAGA DARI SEORANG MENTOR = POSITIVE THINKING

GRAND OPENING MENTORING, yang harus dilakukan
1.       Pembagian kelompok
2.       Pengisian form mentoring – yang isinya sebagai berikut:
a.       Ketua, wakil, bendahara, sekretaris
b.      PJ Home visit, kultum, mc&do’a, riyadhah, IT (FB, Blog)
c.       Nama Group
d.      Infaq
e.      Tabungan – conditional, untuk event2 khusus
f.        Tanggal dan tempat penetapan form ini
g.       Tanda tangan pernyataan penetapan
Pengisian form ini dilakukan setiap tahun, refresh, agar setiap anggota merasakan
3.       Pembuatan Program kerja
a.  Kesepakatan mentoring (peraturan), misal dimatikan HP nya, dispensasi waktu keterlambatan, iqab keterlambatan (melihat kapasitas mentee), membaca doa rabithah bagi yang datang terakhir, pakaian yang tidak boleh dipakai, hari dan waktu mentoring regular (di luar jadwal home visit dan riyadhah), membawa mushaf dan alat tulis  masing-masing.
b.      Pembuatan struktur mentoring
c.       Jarkom kelompok
d.      Biodata
e.      Foto pribadi
4.      Penjabaran filosofi nama group + jargon (atau tagline)

Narasumber :
Abdul Malik 08568043529, atau fb: rangerbiru@gmail.com
Penanggung jawab MENTORING SMP Islam Plus Baitul Maal

Post a Comment

Terimakasih udah mampir di blog ini, happy reading :)