curhatibu.com

Mari Mengenal Al Qur'an

Apakah Al Qur'an itu
Secara bahasa Al-Qur`an berasal dari bahasa Arab , yaitu qarr-yaqrau-quraanan yang berarti bacaaan. Secara istilah Al-Qur`an adalah : "Kalam ALLAH yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, yang diturunkan secara mutawatir dan membacanya adalah ibadah".


Al-Qur`an adalah kalamullah, firman ALLAH Swt, ia bukanlah kata-kata manusia, bukan pula kata-kata jin, setan, atau malaikat. Al-Qur`an bukan berasal dari pikiran makhluk, bukan syair, bukan sihir, bukan pula produk kontemplasi atau hasil pemikiran filsafat manusia. Hal ini ditegaskan olah ALLAH Swt dalam Al-Qur`an Surah An-Najm ayat 3-4: "Dan tiadalah yang diucapkannya itu (AlQur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)"

Nama-nama Al-Qur'an

* Al-Qur'an / Bacaan 
* Al-Kitab / Buku (QS.21 : 10) 
* Al-Furqon / Pembeda (QS.25 : 1) 
* Adz-Dzikir / Pengingat (QS.15 : 9) 
* An-Nur / Cahaya (QS.4 : 174) 

Karakteristik Al-Qur'an

Diturunkan bukan untuk menyusahkan manusia 
                                                 مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى

"Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah" (QS.Thaha : 2) 
Kenapa susah? Susah yang dimaksud ini boleh jadi kesusahan yang sesungguhnya, yaitu kekafiran. Al Qur'an memberi kita petunjuk, tentang syari'at Allah yang mana akan menghantarkan kita kepada kebahagiaan sejati di surga. Maka, Al Qur'an inilah yang akan menyelamatkan manusia dari kesusahan abadi.
Qatadah mengemukakan: “Tidak. Demi Allah, Allah tidak menjadikannya (Al-Qur’an) sebagai suatu yang menyusahkan, tetapi justru Dia menjadikannya sebagai rahmat, cahaya, dan petunjuk menuju ke surga.” Sesungguhnya Allah menurunkan kitab-Nya dan mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat yang dilimpahkan kepada para hamba-Nya agar orang yang ingat semakin ingat, dan orang yang mendengar bisa mengambil manfaat dari apa yang didengarnya dari Kitab Allah. Dan Al-Qur’an merupakan peringatan yang diturunkan oleh Allah yang memuat ketetapan halal dan haram-Nya.
Ad-Din adalah cahaya dan kekayaan, di dunia dan lebih-lebih lagi di akhirat. Tanpa Ad-Din, maka sebaliknyalah yang berlaku di tengah segala kesemuan dunia. Hadits qudsi riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah, ia bercerita, Rasulullah bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Hai anak cucu Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan dan akan Aku tutup kemiskinanmu. Dan jika kamu tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi dadamu dengan kesibukan dan tidak pula Aku menutupi kemiskinanmu.’”
Diriwayatkan pula dari hadits Syu’bah, dari Zaid bin Tsabit, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai pusat perhatiannya (tujuannya), maka Allah menceraikan urusannya dan menjadikan kemiskinannya ada di hadapan matanya. Tidak ada sesuatu pun dari dunia ini datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menyatukan urusannya dan melimpahkan kekayaan-Nya di dalam hatinya, lalu dunia datang kepadanya dalam keadaan hina.” 
Terkait hal ini, pendapat yang lain menyebutkan bahwa 
Al-Qur’an tidak diturunkan untuk membawa kepada kepayahan, tidak diturunkan untuk menyulitkan dalam tilawah dan beribadah dengannya hingga melampaui kesanggupan, tidak pula ia terlalu sulit untuk diterima. Ia adalah pembawa kemudahan bagi manusia, tidak menguras energi yang melebihi kemanusiawian. Ia tidak membebani kecuali sesuai dengan kemampuan optimasi umat. Beribadah menuruti hukum-hukumnya adalah dalam batasan nikmat, bukan hukum yang mencelakakan. Ia adalah kesempatan untuk meniti pertemuan dengan Sang Pencipta dalam keteguhan, kekuatan, dan ketenangan yang diliputi keridhoan-Nya  
Bacaan yang teramat mulia dan terpelihara 
"Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh)" (Q.S Al Waqi'ah : 77-78)
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" (Q.S. Al Hijr : 9)
Kalau kita telaah lebih jauh sejarah dunia, betapa banyak pemimpin yang tampil kemudian tenggelam bersama ajarannya. Betapa banyak nabi-nabi yang diutus, tetapi sedikit sekali yang mengikutinya atau malah dibunuh oleh umatnya. Betapa banyak kitab-kitab suci, kemudian diubah seenaknya oleh manusia yang mengaku atas persetujuan tuhan mereka.
Nabi Muhammad Saw ditengah kerasnya pertentangan kafir Quraisy, sedikitnya pengikut yang diperoleh selama periode 13 tahun di Mekah. Tetapi akhirnya mampu menguasai Persi dan Rumawi. Ditengah maju-mundurnya peradaban Islam, pemusnahan kaum muslimin, pembakaran al-Qur’an dan penghancuran masjid oleh bangsa Mongol di Baghdad, pasukan salibis di Andalusia (Spanyol), Bosnia, Mindanao (Filipina), Afghanistan dan Iraq, pasukan komunis di Chechnya, Uzbekistan dan Afghanistan, kaum Yahudi laknatullah di Palestina, kaum musyrik Budha di Thailand, dan diberbagai tempat didunia. Semua itu tidak mampu memusnahkan kaum muslimin dan ajarannya. Saat ini Islam dianut lebih dari 1 milyar orang didunia dan al-Qur’an masih terjaga keasliannya hingga kini.
Tangan Siapakah yang ikut campur, sehingga terjaganya kelangsungan ajaran mulia yang dibawa oleh Rasulullah Saw? Tangan Siapakah yang ikut campur, sehingga terjaganya keaslian al-Qur’an? Siapa lagi kalau Yang mengutus Muhammad Saw dan Yang mewahyukan al-Qur’an itu sendiri, Allah SWT.
Tidak seorang pun yang dapat menandingi keindahan dan keagungan Al-Qur'an
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS 2 : 23)"Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain." (Q.S 17:88)
Tersusun secara terperinci dan rapi (QS.11 : 1) 
"Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu" (QS 11:1)
Mudah difahami dan diambil pelajaran
"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? " (Q.S 54:17) --> diulang 4x

Fungsi Al-Qur'an

* Pengganti kedudukkan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT 
* Tuntunan serta hukum untuk menjalani kehidupan 
* Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu 
* Sebagai mukjizat Rasulullah SAW 


Akhlak Terpuji terhadap Al-Qur'an

* Membaca ta'awudz sebelum membaca Al-Qur'an (QS. 16 : 98) 
* Membaca Al-Qur'an secara tartil / perlahan-lahan (QS. 73 : 4) 
* Lapang dada menerima Al-Qur'an (QS.7 :2) 
* Mendengarkan baik-baik pembacaan Al-Qur'an (QS.7 : 204) 
* Bergetar hatinya dan bertambah imannya (QS.8 : 2-4) 


Akhlak tercela terhadap Al-Qur'an

* Menyombongkan diri dan berpaling (QS.31 : 7) 
* Menertawakan peringatan ini (QS.53 : 59-62) 
* Tidak memperhatikan Al-Qur'an (QS.47 : 24) 


Keunggulan Al-Qur'an
* Al-Qur'an adalah mukjizat yang abadi (QS.4 : 174) 
Allah menghendaki agar Al-Qur'an berlaku secara umum (mencangkup permasalahan) dan bersifat universal. Maka disusun dan dikumpulkan Al-Qur'an itu dengan sistematis yang memperlihatkan universalitas dan kekekalannya dan dijauhkan dari susunan yang bersifat temporer, yang hanya memperlihatkan urgensi suatu masa saja, yaitu ketika diturunkannya Al-Qur'an.  
* Keunggulan Al-Qur'an secara ilmiah 
Pemikiran modern dalam berbagai bidang disiplin ilmu dewasa ini telah menetapkan bahwa Al-Qur'an merupakkan kitab ilmiah yang menghimpun segala disiplin ilmu dan filsafah. Ilmu itu datang dari Allah SWT sebagai tanda kemuliaan dan ketinggian ilmu-Nya (QS.96 : 1-5)  
* Jaminan Kemurnian Al-Qur'an 
   Allah sendiri yang menjamin kemurnian Al-Qur'an (QS.6 : 115,15 : 9) 


* Al-Qur'an bersifat umum dan universal 

Umum   : mencakup seluruh bidang / permasalahan manusia (QS.6 : 38)  
Universal   : berlaku selamanya dan untuk seluruh kaum (QS.25 : 1)

Referensi : 
1. http://www.lingkaran.org/tafsir-surat-thaha-ayat-2.html
2. e-book Mentoring Islam 1, tim Forum Komunikasi Alumni SMA N 1 Bogor
3. http://pgriciampea-smp.site90.net/BungaRampai/9/oase/Beginilah.html

Post a Comment

Terimakasih udah mampir di blog ini, happy reading :)